Posted by: firmankrisnawan | September 26, 2008

APEL BESAR PURNA PASKIBRAKA INDONESIA TASIKMALAYA

Diberitahukan Kepada semua rekan2, teman-teman Paskibra/Paskibraka “PPI Tasikmalaya” seluruh angkatan baik kota maupun Kabupaten mari kita jalin & pererat tali persaudaraan diantara kita.
Insya Allah pada tanggal 26 Oktober 2008 Pukul 08.00 WIB akan diadakan APEL BESAR PURNA PASKIBRAKA INDONESIA, tempat GOR Sukapura Dadaha Tasikmalaya. Oleh karena itu kami mengundang Akang/Teteh/Adik-adik dan mohon do’a restunya mudah2 acara tsb berjalan lancar dan Sukses.
untuk informasi hub sekretariat PPI Kab. Tasikmalaya di GOR Susi Susanti dan Sekretariat PPI Kota Tasikmalaya di Gd. GGM jl. Dadaha Tsm.
informasi,Saran, ide dan gagasan bisa disampaikan pula melalui :
e-mail : ppi_kabtasikmalaya@yahoo.com
blog : http://ppikabtasikmalaya.wordpress.com/

Posted by: ppikabtasikmalaya | September 17, 2008

Acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Purna Paskibraka Kab. Tasikmalaya

Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 14 September 2008 bertempat di RM. Saung Gunung Jati Tasikmalaya, dengan dihadiri oleh seluruh pengurus Purna Paskibraka Indonesia Kab. Tasikmalaya, senior dan junior PPI, pelatih & instruktur. Acara dibuka dengan ramah tamah kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PPI Kab. Tasikmalaya Kang Firman Krisnawan. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan musyawarah membahas rencana-rencana kegiatan PPI ke depan, sampai menjelang adzan maghrib. Alhamdulillah….Setelah adzan berkumandang kita semua makan dengan lahapnya, eit….lupa sebelum itu berdo’a bersama dulu dipimpin oleh kang Aep. Setelah pada makan dilanjutkan dengan sholat maghrib. dan acara terakhir kita semua sempet nyanyi-nyani bersama dengan diiringi organ tunggal oleh kang eka esabhara, artis PPI teh enung menyumbangkan beberapa buah lagu. walah kebanyakan prolognyaaaa…ntar tambah bosan, yang penting pada acara tersebut rame….cause banyak juga yang datang.

Poto pertama yang lagi baca menu itu mantan Ketua PPI Kang Asep Iwan..sayang fotonya kurang jelas ato emang orang nya yg ga jelas …hahaha…. klo yg jelas pake kaos putih tuh kang firman “Ketua PPI” didampingi kang Sugih Riyanto dan kang Eka Esabhara.

selanjutnya teman teman yang hobby makan gratisan pasti ikut saja kaluau ada acara makan makan ….kang aming, kang eka, kang adyt, dll). dasar memang di sekretariat PPI ndak ada makanan apa? koq kalau ada acara makan-makan mesti ada trus makannya selalu tambah pula kan ….repot panitia nanti ada yang gak kebagian. untung waktu itu makanannya masih berlebih so acaranya aman aman saja…

TERIMA KASIH TEH RATIH (PPI ’95) yang punya RM. Saung Gunung Jati, yang telah menyediakan tempat dan makanan, terima kasih kepada senior-senior “kang yusuf, kang asep dll yg telah berkenan untuk hadir, terima kasih pula kepada panitia yg mempunyai ide untuk buka bersama dan tak lupa terima kasih banyak atas salam tempelnya….he..he… . moga moga kita keluarga besar PPI Kab. Tasikmalaya tetap Jaya & selalu rukun rukun saja………hahahaha

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Drs. H.T.Farhanul Hakim, MPd., di Lapang Rancabakung berjalan khidmat. Masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara tersebut secara langsung pun mengikuti dengan khidmat, terutama saat prosesi pengibaran bendera Sang Merah Putih dan Pembacaan Teks Proklamasi yang diikuti oleh penekanan tombol sirine oleh Bupati.

Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-63 di Kabupaten Tasikmalaya yang di pusatkan di Lapangan Rancabakung Karangmekar Kecamatan Karangnunggal diperingati secara Sederhana namun cukup meriah. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong mengikuti rangkaian kegiatan peringatan tersebut. Terlebih saat dimulainya pawai alegoris yang disaksikan langsung oleh Bupati Tasikmalaya Drs. H.T.Farhanul Hakim, MPd beserta unsur Muspida, Anggota DPRD, dan para pejabat di Kabupaten Tasikmalaya. Hiburan meriah ini berlangsung usai pelaksanaan upacara peringatan tersebut. Pawai Kendaraan Hias yang menjadi ciri khas peringatan Hari Kemerdekaan dipadati oleh seluruh masyarakat. Seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam pawai tersebut. Adu kreatifitas yang dituangkan dalam media kendaraan bermotor mewarnai pawai tersebut.

Posted by: firmankrisnawan | August 19, 2008

Rangkaian Kegiatan Paskibraka Kab. Tasikmalaya Tahun 2008

Rangkaian kegiatan Pemusatan Latihan/TC Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI Ke-63 yang bertugas pada pengibaran dan Penurunan duplikat Bendera Pusaka dimulai dari tanggal 9 s/d 18 Agustus 2008. Dimana acara pembukaan TC Paskibraka secara simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Bapak Drs. H. Abdul Kodir yang didampingi oleh Kabid Dikmen Bapak Drs. H. Engkus dan Bapak Drs. Utad bertempat di aula Gd. Dakwah Islamiyah Tasikmalaya.

Adapun pengasramaan dan pemusatan latihan Paskibraka dilaksanakan di 2 tempat yaitu tanggal 9 s/d 12 Agustus di Gedung Dakwah Islamiyah Tasikmalaya dan tempat latihan di Lanud Wiriyadinata Tasikmalaya, serta dari tanggal 12 s/d 18 Agustus ditempatkan di Wisma PGRI Kec. Karangnunggal dan tempat latihan di lapangan Rancabakung Kec. Karangnunggal. Sebagai Pasukan 45 telah ditunjuk dari TNI AU Lanud Wiryadinata Tasikmalaya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah Pengukuhan / penetapan para anggota Paskibraka yang akan mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Merah Putih oleh Bupati Tasikmalaya Drs. H.T.Farhanul Hakim, acara ini berlangung sore hari pada pukul 16.00 WIB bertempat di Gedung Pedopo Kab. Tasikmalaya pada hari Jum’at tanggal 15 Agustus 2008. Suasana berubah haru tatkala para anggota Paskibraka tersebut bergantian mencium bendera Sang Merah Putih sebagai tanda rasa cinta mereka terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

Upacara kembali digelar pada sore hari, yaitu prosesi penurunan duplikat bendera pusaka yang telah dikibarkan sebelumnya. Wakil Bupati Tasikmalaya bertindak selaku inspektur upacara untuk memimpin upacara tersebut. Alhamdulillah kegiatan bisa berlangsung dengan lancar.

Rangkaian kegiatan Paskibraka selanjutnya adalah acara syukuran, ramah tamah dan hiburan electone yang bertempat di Kolam renang Karang Indah Kec.Karangnunggal. Anak-anak cukup terhibur sambil relax dan melapas lelah dengan bernyanyi-nyanyi ria, joged dll setelah sekian lama dibina digembleng latihan oleh para pelatih dan senior dari Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya serta dari unsur TNI AU.

Kegiatan TC Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2008 sendiri ditutup pada keesokan harinya, Senin (18/8) oleh Ketua PPI Kab. Tasikmalaya Kang Firman Krisnawan.

Posted by: ppikabtasikmalaya | May 26, 2008

UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-100

Wakil Bupati Tasikmalaya H. Hidayat, SH bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-100 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat di Lapang Besar Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Hadir pada kesempatan tersebut Unsur Muspida, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ketua TP PKK Kab. Tasikmalaya beserta anggota, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Para Kepala SKPD, Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat, Para Siswa dan Siswi pelajar serta Para Purnawirawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut H. Hidayat, SH membacakan amanat Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang antara lain mengatakan : Dengan hati yang bersih dan jiwa yang terang, kita semua berdiri tegak sebagai warga Negara Republik Indonesia, sebagai bangsa ke-4 terbesar di dunia, sebagai Negara Demokrasi ke-3 terbesar dunia, dan sebagai Negara Ekonomi terbesar di Asia Tenggara, maka karena itulah pada kesempatan yang baik ini Presiden mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pejuang bangsa yang telah menghantarkan kita semua ke tingkat kehidupan bangsa yang semakin maju dewasa ini. Berkat perjuangan dan pengorbanan para pejuang bangsa hari ini kita dapat bersatu dalam tekad dan semangat kebangsaan Indonesia, dari sabang sampai ke merauke, dari miangas sampai ke pulau rote, Indonesia yang seratus tahun lalu hanya mimpi, hanya aspirasi dan hanya konsep kini telah menjadi kenyataan jadi jati diri kita, menjadi Negara besar yang kita cintai bersama dan kita semua bertekad memasuki abad ke- 21 ini, Indonesia dapat benar-benar menjadi bangsa yang maju, kuat dan unggul.

Kita sering dihantui kegamangan, keraguan dan ketidak percayaan diri dalam menjalani kehidupan bangsa yang semakin banyak tantangan dan perkembangan dunia yang semakin kompleks, maka munculah tiga pertanyaan antara lain :

  1. Apakah perjalanan bangsa ini telah berada pada perjalanan yang benar?
  2. Apakah bangsa kita bisa menjadi negara yang maju pada abad 21 ini?
  3. Ketika Sekarang ini bangsa kita sedang diuji krisis energi dan crisis pangan dunia, apakah kita bisa menghadapi dan mengatasinya?

Maka jawabannya adalah bangsa kita telah berada pada arah yang benar, Indonesia bisa menjadi negara maju di abad 21, dan krisis energi serta pangan dunia ini akan bisa kita atasi. Mengapa? Karena Sejak 100 tahun yang lalu, Sejak bangsa kita bangkit Kita telah menjadi bangsa yang berkemampuan, bangsa yang bisa mengubah nasib, bisa bersatu, bisa mengusir penjajah, bisa meraih dan mempertahankan kemerdekaan dan bisa mengatasi berbagai tantangan sejarah.

Pada kesempatan tersebut pula diberikan Uang kepada 3 orang janda perintis kemerdekaan Republik Indonesia masing-masing Rp. 750.000,-, serta 300 paket sembako untuk jompo dan pakir miskin Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya secara simbolis kepada 5 orang.

Posted by: ppikabtasikmalaya | May 22, 2008

Sambutan Presiden Republik Indonesia Menyambut 100 Tahun Harkitnas

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua, Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, yang saya cintai dan saya banggakan. Hari ini, Alhamdulillah, kita semua dapat merayakan hari yang sangat istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia : 100 Tahun Kebangkitan Nasional !

Hari ini, dengan hati yang bersih dan jiwa yang terang, kita semua berdiri tegak sebagai warga negara Republik Indonesia, sebagai bangsa ke-empat terbesar di dunia, sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dunia, dan sebagai negara dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Karena itulah, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa hormat, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pejuang bangsa, yang telah mengantarkan kita semua ke tingkat kehidupan bangsa yang semakin maju dewasa ini.

Di awal abad ke-20, para pendiri dan pejuang bangsa menemukan gagasan politik baru yang belum pernah digali sebelumnya, yaitu nasionalisme !

Mereka menyalakan dan menyebarkan api itu, dan kemudian mengobarkannya dalam satu revolusi kemerdekaan yang paling gemilang di abad ke-20, yang kemudian melahirkan Republik Indonesia Merdeka.

Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, hari ini kita dapat bersatu dalam tekad dan semangat kebangsaan Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke, dari Miangas sampai ke Pulau Rote. “Indonesia” yang 100 tahun lalu hanya mimpi, hanya aspirasi, hanya konsep, kini telah menjadi kenyataan, menjadi jati diri kita, menjadi negara besar yang kita cintai bersama. Dan kita semua bertekad, memasuki abad ke-21 ini, Indonesia dapat benar-benar menjadi bangsa yang maju, yang kuat, dan yang unggul.

Saudara-saudara,

Kita sering dihantui kegamangan, keraguan dan ketidakpercayaan diri, dalam menjalani kehidupan bangsa yang semakin banyak tantangan, dan dalam perkembangan dunia yang semakin kompleks.

Kita bertanya, apakah perjalanan bangsa ini telah berada pada arah yang benar ? Perjalanan besar kita dari tahun 1908, tahun 1945, tahun 2008 ini, dan tahun-tahun mendatang.

Kita bertanya, apakah bangsa kita bisa menjadi Negara Maju (develop nation) pada abad 21 ini ? Menjadi bangsa yang terhormat, dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain.

Kita juga bertanya, ketika sekarang ini bangsa kita sedang kembali diuji oleh krisis energi dan krisis pangan dunia, apakah kita bisa menghadapi dan mengatasinya?

Terhadap ketiga pertanyaan itu, jawabannya adalah :

Perjalanan bangsa kita telah berada pada arah yang benar, Indonesia bisa menjadi negara maju di abad-21, dan krisis energi serta pangan dunia ini akan bisa kita atasi.

Mengapa ? Karena sejak 100 tahun yang lalu, sejak bangsa kita bangkit, kita telah menjadi bangsa yang berkemampuan, ”Bangsa Yang Bisa” ! Bisa mengubah nasib, bisa bersatu, bisa mengusir penjajah, bisa meraih dan mempertahankan kemerdekaan, dan bisa mengatasi berbagai tantangan sejarah !

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Bangsa kita mulai bangkit pada tanggal 20 Mei 1908, ketika organisasi Boedi Oetomo didirikan di kampus STOVIA Jakarta. Boedi Utomo merupakan suatu inovasi politik yang baru. Untuk pertama kalinya, timbul di bumi Nusantara suatu organisasi modern, dengan cara pandang yang baru dan beda.

Kelahiran Boedi Oetomo telah menjadi tonggak yang menumbuhkan semangat perjuangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi berdirinya berbagai organisasi di seluruh pelosok tanah air, baik yang bersifat kedaerahan, politik, serikat pekerja, keagamaan, kewanitaan, maupun kepemu-daan.

Pada gelombang berikutnya, muncul sejumlah organisasi seperti Sarekat islam, dan berbagai organisasi lainnya

Hal ini mewarnai awal kebangkitan nasional, dan mencapai puncaknya pada tahun 1928, dengan bersatunya berbagai kelompok organisasi—khususnya organisasi kepemudaan—untuk mewujudkan suatu gerakan kebang-saan yang sejati, melalui Sumpah Pemuda : satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa – Indonesia!

Gerakan kaum muda tahun 1908 dan tahun 1928, menandai tonggak-tonggak awal gerakan kebangkitan nasional Indonesia. Sejak itu, nasionalisme Indonesia terus berkembang, terus menjalar, dan terus berkobar di seluruh penjuru tanah air.

Dengan semangat nasionalisme itulah, kita berhasil meraih kemerdekaan yang kita cita-citakan, pada tanggal 17 Agustus 1945. Selanjutnya, kitapun berhasil memper-tahankan kemerdekaan itu dengan darah, keringat dan air mata.

Kita juga berhasil menjaga keutuhan negara, dari berbagai ancaman separatisme.

Kita berhasil mempersatukan kembali Irian Barat.

Kita berhasil menyelamatkan ideologi Negara Pancasila.

Kita berhasil keluar dari krisis moneter yang sangat berat, yang melahirkan era “reformasi”.

Kita berhasil, dengan penuh perjuangan, membangun dan menghadirkan demokrasi, yang mengedepankan kedaulatan rakyat.

Kita berhasil menangani dampak bencana tsunami yang maha dahsyat, dan bahkan kemudian menciptakan perdamaian Aceh yang telah bergolak selama lebih dari 30 tahun.

Saudara-saudara,

Mengapa kita dapat terus berdiri tegak, dan mengapa kita mampu menghadapi semua cobaan dan tantangan itu ? Mengapa kita mampu melampaui masa-masa berat itu, sementara banyak bangsa di dunia yang terpecah belah, atau runtuh, atau menjadi negara yang gagal (failed state), karena tidak mampu menahan berbagai badai perubahan jaman yang datang silih berganti ?

Bangsa Indonesia dapat berdiri tegak karena, pertama, kita mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Kita tidak pernah mengenal menyerah, apakah itu melawan penjajahan, melawan ketidak-adilan, melawan kemiskinan dan kebodohan, serta menghadapi berbagai bencana alam.

Kedua, kita dapat berdiri tegak, karena kita mampu bersatu sebagai bangsa, sebagai saudara senasib dan sepenanggungan. Dari tahun 1928 sampai tahun 2008, bangsa kita selalu satu ! Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

Dan, ketiga, kita tetap berdiri tegak karena kita selalu mampu beradaptasi di tengah arus perubahan. Setiap generasi, apakah itu generasi 1908, generasi 1928, generasi 1945, generasi 1966, generasi 1998, masing-masing mampu membaca tanda-tanda zaman, dan mampu mengikuti angin sejarah untuk kebaikan negara dan bangsa tercinta.

Karena itulah kita bersyukur, karena perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional hari ini, sejatinya merupakan momentum yang mengikat anak bangsa Indonesia yang lahir di tiga abad yang berbeda: abad ke-19, abad ke-20 dan awal abad ke-21, yang terus berjuang untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Karakter dan kualitas inilah yang menjadi modal utama kita, untuk melanjutkan tahapan perjuangan bangsa kita di awal Abad ke-21 : melangkah ke depan, menuju negara maju !

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Tantangan yang kita hadapi untuk mencapai tujuan mulia ini, memang lebih berat dan lebih kompleks dari tantangan yang kita hadapi di masa lalu.

Oleh karena itu, untuk menjadi bangsa yang berhasil, ada tiga syarat fundamental yang harus kita bangun dan miliki, yaitu:

Pertama, kita harus menjaga dan memperkuat kemandirian kita, karena kemandirian adalah dasar dari kekuatan, ketahanan dan kemampuan kita untuk terus maju sebagai bangsa. Kita tidak boleh memiliki ketergantungan yang tinggi, terlebih secara absolut kepada bangsa lain, kepada negara lain, kepada pihak lain, kepada dunia. Kita ingin, makin ke depan, dengan sumber daya yang kita miliki, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi, pengalaman membangun, warisan sejarah dan berbagai potensi yang ada lainnya, kemandirian kita sebagai bangsa dapat terus kita tingkatkan. Kita harus bisa menjadi bangsa yang dapat menyediakan sendiri, sebagian besar kebutuhan dasarnya. Bangsa yang tidak terjerat dalam hutang yang memberikan beban yang berat. Bangsa yang tidak didikte, baik secara politik, ekonomi, maupun militer oleh negara manapun. Dan bangsa yang memiliki kebebasan dan kemandirian dalam menjalin kerjasama internasional yang adil dan konstruktif.

Kedua, kita juga harus memiliki daya saing yang makin tinggi. Dalam era globalisasi yang sarat dengan persaingan dan tantangan ini, meskipun sesungguhnya juga membuka peluang dan kerjasama, bangsa yang menang dan unggul adalah bangsa yang produktif dan inovatif, mengua-sai ilmu pengetahuan dan teknologi, cerdas mengambil peluang, serta berani menghadapi perubahan.

Persyaratan fundamental yang ketiga adalah, kita harus mampu membangun dan memiliki peradaban bangsa (civilization) yang mulia. Itulah sebabnya, kita perlu terus mempertahankan nilai, jati diri dan karakter bangsa kita yang luhur dan terhormat. Kita perlu terus meningkatkan semangat dan ethos kerja sebagai bangsa yang kuat dan gigih, dan bukan bangsa yang lemah dan mudah menyerah. Kita terus membangun peradaban yang menghadirkan persaudaraan dan kerukunan bangsa, serta peradaban yang memperkuat tanggung jawab untuk memelihara kelestarian alam. Dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, kita dituntut untuk selalu mengedepankan cara-cara yang damai, beradab dan demokratis, bukan dengan cara-cara kekerasan dan mengabaikan pranata sosial dan pranata hukum. Kita harus menjaga ke-Indonesia-an kita, kebangsaan kita, dalam dunia yang semakin tidak menentu, semakin gaduh, semakin panas, dan semakin penuh sesak.

Dengan tiga kekuatan utama ini – kemandirian, daya saing dan peradaban bangsa yang tinggi – saya yakin Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, betapapun beratnya, apapun bentuknya dan dari manapun datangnya. Dan dengan tiga kekuatan ini pula, kelak kita akan menjadi negara yang maju dan unggul.

Saudara-saudara,

Dewasa ini, bangsa kita tengah menghadapi tantangan yang berat, yang semuanya berasal dari luar. Dunia kini dihantui oleh krisis pangan, krisis energi, dan ancaman resesi ekonomi.

Semua ini, suka atau tidak suka, akan berdampak bagi Indonesia, karena kita adalah bagian dari sistem perekonomian dunia. Kitapun telah sama-sama merasakan persoalan yang berat ini. Namun saya yakin, kita dapat mengatasinya, jika kita terus berikhtiar mencari solusi, selalu tabah, dan tetap bersatu.

Untuk itulah, menghadapi krisis energi dan pangan dunia ini, mulai sekarang dan ke depan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi kita.

Ke depan, apapun tantangannya, kita harus terus mempertahankan dan memperkuat tiga kekuatan bangsa tersebut : kemandirian, daya saing, dan peradaban bangsa. Insya Allah, dengan terus meningkatkan ketiga kekuatan bangsa itu, kita akan dapat melangkah maju, menuju Indonesia yang aman, damai, adil, demokratis dan sejahtera.

Kita semua tahu, bahwa bangsa-bangsa besar di dunia selalu mau dan mampu secara sungguh-sungguh belajar dari sejarah masa lampaunya. Saya sungguh yakin, bahwa bagi bangsa yang besar, semakin jauh ia menempuh perjalanan sejarah, semakin dekat bangsa itu pada visi dan cita-citanya. Hari ini, 20 Mei 2008, 100 tahun setelah bangsa Indonesia bangkit, dan setelah berjuang satu abad lamanya, kita semua patut bersyukur, kita dapat mewujudkan banyak capaian dan kemajuan, yang makin mendekatkan kita pada cita-cita para pendiri bangsa.

Oleh karena itu, tepat kiranya jika tema besar yang diusung dalam peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini adalah; “Indonesia Bisa”.

Sebagai bangsa yang besar, kita harus optimis menatap masa depan, karena kita hidup dalam abad ke-21 yang penuh dengan segala kemungkinan dan peluang. Bangsa kita memiliki kemampuan dan bisa mengubah nasib dan masa depan kita, serta bisa menjadi negara maju, unggul dan sejahtera. Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara, marilah kita terus berjuang bersama, melangkah bersama, dan bekerja keras bersama, untuk meraih masa depan Indonesia yang gemilang.

Marilah kita lanjutkan reformasi, untuk terus mengem-bangkan demokrasi, menegakkan hukum, membangun sistem yang bersih, menggiatkan pembangunan daerah, dan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kepada masyarakat dunia, saya juga menyerukan dan mengajak untuk bersama-sama mewujudkan tatanan dunia yang lebih damai, lebih adil, dan benar-benar membawa kemakmuran bagi semua bangsa, dan bukan hanya bagi segelintir bangsa. Keadilan sejati pada tingkat dunia harus dapat kita wujudkan.

Akhirnya, marilah kita berdoa ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga bangsa dan negara kita senantiasa diberikan kekuatan dan semangat juang yang tinggi, untuk tetap kukuh sebagai bangsa, dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekian. Majulah Indonesia !

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 20 Mei 2008

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Posted by: ppikabtasikmalaya | May 22, 2008

Ucapan Bela Sungkawa Atas Berpulangnya Bpk. Sophan Sophiaan

Segenap Keluarga Besar Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bpk. Sophan Sophiaan dalam usia 64 tahun. Semoga arwah dan amalnya diterima Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Sophan Sophiaan, aktor dan politisi ternama Indonesia, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan pada hari Sabtu (16/5) lalu di jalan raya antara Sragen (Jawa Tengah) dan Ngawi (Jawa Timur). Motor Harley Davidson yang ditumpangi almarhum jatuh setelah menghindari lubang besar di jalan. Almarhum saat itu mengikuti kegiatan mengendarai motor gede bertema “Jalur Kebangkitan” dalam rangka 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Posted by: ppikabtasikmalaya | May 8, 2008

Kriteria Calon Paskibraka

Puncak peringatan hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus akan selalu dilaksanakan suatu upacara yang megah di setiap tingkat, wilayah, kotamadia/kabupaten, propinsi maupun nasional. Rangkaian upacara selain pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah Pengibaran Bendera Merah Putih. Pada saat itulah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melaksanakan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih. Anggota Paskibraka adalah generasi muda Indonesia yang yang terpilih dari ribuan siswa sekolah melalui seleksi yang berjenjang dan sangat ketat. Mereka adalah siswa-siswa pilihan yang mempunyai kelebihan dan prestasi yang dapat dibanggakan. Diharapkan menjadi penerus para pejuang untuk menjadi pemimpin Indonesia yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi selalu menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Kriteria umum calon anggota Paskibraka adalah sebagai berikut : 1. Pendidikan : 1. Pelajar atau Siswa sekolah setingkat SMTA. 2. Berusia antara 16 – 18 tahun. 2. Mempunyai ahklak dan moral yang baik, yaitu : 1. Mentaati kewajiban agama yang dianutnya. 2. Memahami norma-norma etika yang berlaku dalam masyarakat 3. Berbudi pekerti luhur serta mempunyai tingkah laku yang baik. 4. Memahami dan melaksanakan etika, sopan santun pergaulan yang baik. 3. Berkepribadian, yaitu : 1. Mudah dan pandai bergaul 2. Bersahaja, sopan dan disiplin. 3. Mandiri 4. Cerdas dan mempunyai prestasi akademis/sekolah yang baik. 4. Kesehatan, yaitu : 1. Sehat jasmani dan rohani. 2. Sigap, tangkas dan lincah 3. Tegap, tidak cacat badan dan tidak berkaca mata. 4. Tinggi badan minimal : Putra : 165 cm, Putri : 160 cm 5. Berpenampilan segar, bersih dan menarik 5. Ketrampilan, yaitu : 1. Mahir baris berbaris. 2. Menguasai peraturan dan perlakuan tentang Bendera Kebangsaan dan dapat melaksanakan tugas pengibaran dengan baik. 3. Mempunyai pengetahuan umum secara daerah, nasional maupun internasional dengan sangat baik. 3. Menguasai/Trampil melakukan budaya/kesenian daerahnya. Tahap seleksi : Seseorang yang akan menjadi anggota Paskibraka wajib dan harus melalui beberapa tahap seleksi, yaitu : 1. Seleksi tingkat sekolah. Peserta dipilih dan diseleksi di sekolahnya oleh para guru. 2. Seleksi tingkat Kotamadia/Kabupaten. Peserta dari perwakilan sekolah akan diseleksi di tingkat Kotamadya/ Kabupaten dengan materi : baris berbaris, tata upacara bendera, kesegaran jasmani/olah raga, test tertulis, wawancara, kesenian dan lain sebagainya. Test tertulis dan wawasncara meliputi bidang : pengetahuan umum, pengetahuan daerah, nasional dan internasional, kepemudaan, nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa. Dari seleksi ini akan terpilih satu atau dua pasang calon anggota paskibraka yang akan mengikuti seleksi di tingkat propinsi. Bagi yang tidak lolos maka akan diseleksi lagi untuk terpilih sebagai anggota paskibraka tingkat kotamadya/kabupaten. 3. Seleksi tingkat propinsi : Peserta test tingkat propinsi adalah peserta yang lulus test di tingkat Kotamadia / Kabupaten di masing-masing propinsi, dengan materi seleksi sama dengan di tingkat Kotamadia/Kabupaten. Biasanya peserta di tingkat propinsi akan diasrama selama beberapa hari untuk mengetahui tekad, semangat dan kemandiriannya. Selain itu akan terlihat kebiasaan masing-masing peserta terutama dalam melaksanakan tugas sehari-hari seperti dirumahnya masing-masing misalnya mencuci, mengepel, membersihkan dan mengatur kamar dan lain sebagainya. Dari seleksi tingkat propinsi akan terpilih sepasang utusan (satu orang putra dan satu orang putri) untuk menjadi anggota paskibraka di tingkat nasional. Bagi yang tidak terpilih akan bertugas sebagai anggota paskibraka ditingkat propinsi. 4. Anggota Paskibraka Nasional. Anggota Paskibraka tingkat nasional adalah sepasang utusan tiap propinsi yang akan mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan di Jakarta. Mereka akan bertugas pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta. Dalam pemusatan latihan di asrama maka akan dilakukan seleksi untuk pembagian kelompok yaitu kelompok 17 (tujuh belas) dan 8 (delapan). Demikian gambaran syarat-syarat untuk menjadi anggota Paskibraka. Semoga bermanfaat bagi persiapan para siswa sekolah yang berminat untuk mengikuti seleksi menjadi Paskibraka.

Posted by: ppikabtasikmalaya | May 8, 2008

JIWA PASKIBRAKA

Paskibraka menjalankan tugas untuk mengibarkan bendera merah putih dan jiwa yang harus tertanam didalam hati anggota paskibraka adalah jiwa merah putih. Bendera merah-putih melambangkan keberanian dan kesucian, ketika dibelai angin yang bertiup kencang, sang merah putih berkibar gagah, tegar dan tidak goyah, sedang pada waktu angin sepoi-sepoi, tampaklah sang merah putih berkibar dengan penuh kelembutan dan memancarkan sinar keagungan yang penuh kharisma. Jiwa seorang Paskibraka harus tegar, positip, pantang menyerah dan tidak putus asa ketika mengalami dan menghadapi kesulitan dan selalu dibekali hati nan lembut serta penuh dengan kasih sayang”. Darah dalam tubuh manusia berwarna merah dan putih serta mengalirkan kehidupan jasmani dan rohani. Dengan tekun dan sabar darah merah mengangkut makanan keseluruh tubuh untuk memberi tenaga dan darah putih dengan sikap pantang menyerah penuh nilai kepahlawanan akan mencegah semua penyakit yang akan menggerogoti tubuh kita. Jiwa merah putih adalah suatu bentuk cinta kasih yang akan menumbuhkan suatu rasa pengabdian kepada ibu pertiwi, karena ibu pertiwi sudah memberikan susu dan madunya bagi umat manusia Indonesia agar dapat hidup gemah ripah loh jinawi yaitu suatu kemakmuran bagi setiap manusia yang hidup diatasnya.

Jiwa merah putih adalah jiwa yang penuh kasih dan pengabdian, seperti seorang ibu yang memberikan susunya dengan rela dan penuh cinta kasih kepada anaknya. Demikian juga ibu pertiwi yang tidak pernah lelah dan menggerutu memberikan madu dan segala isinya untuk kehidupan manusia Indonesia. Paskibraka yang berjiwa merah putih harus mau dan berani meniru bumi Pertiwi yaitu rela berkorban dengan penuh cinta kasih untuk sesama dan semua mahluk ciptaan Nya. Bumi pertiwi yang selalu dinjak-injak, diludahi, disakiti, dicerca, dikhianati dan tidak pernah diperhatikan, masih selalu tersenyum dan dengan penuh suka cita memberikan buah, susu dan madunya untuk manusia. Bumi pertiwi dengan penuh cinta kasih selalu memberi dan memberi tanpa mengharapkan pujian, imbalan.

Matahari dari waktu kewaktu selalu bersinar dan tersenyum serta menyapa dengan lembut dari pagi sampai sore, dan waktu malam hari dengan dibantu bulan tetap menyinarkan cahayanya ke dunia ini. Disawah kunang-kunang menerangi kegelapan dengan keindahan sinarnya yang elok tanpa pernah merasakan pujian dari umat manusia, demikian juga lilin lilin kecil yang menerangi tempat disekitarnya dengan ihklas walau tubuhnya terbakar demi memberikan terang disekitarnya. Paskibraka sebagai Pandu Ibu Pertiwi yang berjiwa merah putih haru sbisa memberikan cahaya terang dilingkungan sekitarnya dan selalu bersikap kesatria. Sikap dan tingkah lakunya lemah lembut namun mengandung ketegasan. Nada bicara dan candanya selalu melihat situasi dan kondisi sekelilingnya (em­pan papan). Sebagai tanda cinta cita rasa manusia beradab dan berbudaya tinggi, dari hati sanubarinya yang paling dalam selalu terungkap ucapan “salomkasih” (salam, tolong, maaf, terimakasih).

Seorang paskibraka yang penuh cinta kasih akan selalu berpikir positip dan berani untuk menyapa, dia akan selalu menyapa terlebih dahulu dan tidak akan menunggu untuk disapa oleh semua orang yang ditemuinya, baik orang tua, kakak, adik, saudara-saudaranya, atasan, bawahan dan teman-teman yang lain. Dengan penuh kasih sayang dia akan bersuka cita menyapa dan menunjukkan empati kepada semua orang, perhatian penuh kasih sayang akan tercermin dalam tingkah laku, sikap dan perbuatannya, tutur katanya lembut, suaranya memancarkan suka cita suara hati yang yang bahagia, senyum tulus akan menghiasi bibir dan hatinya sehingga saat berbicara akan terdengar nada yang sangat ramah tanpa kesan dibuat-buat. Saat bertemu ia akan mengucapkan “salam”, salam tersebut dapat berupa ucapan : assalamu’alaikum, selamat pagi, siang atau malam, apa kabar dan sebagainya dengan nada suka cita dan ketulusan. Ucapan salam bisa diteruskan dengan suatu uluran tangan untuk berjabat tangan,. Jabat tangan kepada orang yang kita beri salam dengan penuh kehangatan dan kasih sayang akan mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua orang yang kita beri salam.

Apabila menginginkan atau meminta sesuatu dari orang lain maka dengan ketulusan hati dan suara yang penuh senyum secara otomatis terucap kata kata “tolong”. Permintaan tolong adalah suatu sikap kerendahan hati karena akan memohon suatu bantuan karena akan dan telah mengganggu serta merepotkan tetapi akan terdengar sangat sopan oleh orang yang dimintai tolong dan pasti dengan penuh suka cita akan menolong kita.

Ucapkanlah permohonan “maaf” atas segala tingkah laku, sikap, perbuatan kita yang mungkin secara tidak sengaja membuat orang lain menjadi tidak nyaman baik secara phisik maupun kejiwaan. Seorang yang mampu mengucapakan permintaan maaf adalah seorang yang mempunyai jiwa besar, rendah hati dan bisa menghormati orang lain. Rendah hati adalah suatu sikap untuk menghargai sesama dengan berani mengakui dan memuji kelebihan sesama sehingga kita juga bisa mensyukuri kelebihan yang dianugerahkan kepada kita. Dengan kerendahan hati, kita menjadi terbuka dan selalu bersyukur sehingga dapat menyinari lingkungan dimana kita berada dan berani mengucapkan permohonan maaf dengan spontan tanpa suatu keraguan jika kita berbuat suatu kesalahan atau mungkin dianggap salah oleh orang lain. Permohonan maaf bukan berarti kita pasti berbuat salah, akan tetapi itulah tanda kebesaran dari jiwa paskibraka.

Ucapkanlah “terima kasih” atas segala kebaikan yang sudah diterima karena dalam ucapan terima kasih terkandung suatu pujian syukur kepada Nya karena cinta kasih yang telah diberikan Nya melalui orang lain yang sudah kita terima. Ucapkan terima kasih dengan tulus, santun dan spontan serta keluar dari nurani yang paling dalam. Disertai anggukan kepala, senyum dan tatapan mata yang tulus akan me­man­carkan pesona yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti suri tauladannya.

[Budiharjo Winarno – 1978 – muztbhe_depok@yahoo.com] []

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.